4 Perang Yang Terjadi Akibat Hoax

Menurut wikipedia, Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. dalam definisi termurninya Hoax adalah berita bohong yang dibuat secara sengaja. Pembuatnya menyadari kebohongan berita yang disebarkan, namun karena maksud tertentu, kebohongan itu terus disebarkan

Menurut sebuah survei, 30 persen masyarakat yang menerima informasi tidak bisa membedakan mana hoax dan mana yang bukan. Hoax biasanya makin gencar beredar di masyarakat di musim pemilu.
Sebab, kebanyakan hoax terkait dengan politik dan SARA

Hoax merugikan banyak orang, mulai dari pembunuhan karakter, penyesatan opini publik, hingga peperangan. berikut ini adalah 4 Hoax yang memicu peperangan

1. Perang Amerika dan Spanyol 1898

Pada tahun 1898 pengusaha AS William Hearst ingin agar AS mengobarkan perang terhadap Spanyol di Amerika Selatan. Untuk itu ia memanfaatkan surat kabarnya Morning Journal untuk menyebar kabar bohong dan menyeret opini publik, dan salah satu kabar bohongnya adalah tentang “serdadu Spanyol yang menelanjangi perempuan AS”.

Akibatnya, perangpun berkobar pada 25 April hingga 12 Agustus 1898. sehingga mengakibatkan 268 orang meninggal dalam sebuah ledakan kapal di pelabuhan Havana dan belum terhitung jumlah korban lainnya. Akibat dari kabar bohong yang dibuatnya, Hearst mendapat keuntungan besar karena sejak perang berkecamuk, oplah Morning Journalnya berlipat ganda. Hearst menyadari kebohongan berita yang dibuatnya namun karena maksud mencari keuntungan dia tidak peduli dengan nyawa yang melayang

——————————————————————

2. Perang Dunia II 1939-1945

Perang Dunia II adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 hingga 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer.

Perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah sebanyak itu membuat Perang Dunia II menjadi konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.

tahukah anda, bahwa perang dunia kedua ini dipicu oleh Adolf Hitler yang mengabarkan berita bohong kepada parlemen Jerman pada tahun 1939. Hitler mengatakan bahwa militer Polandia telah “menembaki tentara Jerman pada pukul 05:45” Ia lalu bersumpah akan membalas dendam.

Kebohongan yang memicu Perang Dunia II itu pun terungkap, bahwa ternyata tentara Jerman sendirilah yang membunuh pasukan Polandia perbatasan . Karena sejak 1938, Jerman sudah mempersiapkan pendudukan terhadap negara tetangganya itu. Berita bohong itu dibuat untuk dijadikan alasan memulai peperangan

3. Perang Vietnam 1964

Perang Vietnam terjadi antara tahun 1957 hingga 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin antara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan SEATO. Dua kubu yang saling berperang adalah Vietnam Selatan dan Vietnam Utara. Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina

Jumlah korban yang meninggal diperkirakan lebih dari 280.000 orang di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 orang di pihak Vietnam Utara. setelah ditelusuri, perang ini dipicu oleh kementerian Pertahanan AS yang mengabarkan bahwa kapal perang USS Maddox ditembaki kapal Vietnam Utara pada 2 dan 4 Agustus 1964.

Atas laporan tersebut presiden Lyndon B. Johnson pun mengumumkannya di televisi, sehingga menyebabkan meletusnya perang vietnam. Kebohongan itupun terungkap oleh pengakuan mantan menteri pertahanan AS Robert McNamara pada tahun 1995, dia mengatakan bahwa insiden yang terjadi atas kapal tersebut adalah berita bohong belaka

4. Perang Irak 2003–2011

Perang ini terjadi ketika Amerika mulai menginvasi Irak pada tahun 2003. dan berakhir pada tahun 2011. Akibatnya, sekitar setengah juta orang tewas di Irak akibat perang tersebut dan menyebabkan perang saudara antara kelompok Syi’ah dan Sunni hingga sekarang. ironisnya, perang ini dipicu oleh kabar bohong yang dibuat oleh Ahmed Chalabi kepada intelijen AS. Chalabi mengatakan kepada mereka bahwa irak memiliki senjata pemusnah massal.

Menteri luar negeri AS colin powell langsung meyakini kabar tersebut dan lantas membeberkannya pada sidang Dewan Keamanan PBB 5 Februari 2003, sehingga hal itu mendorong Presiden Bush menginvasi Irak
dan meruntuhkan rezim Saddam Hussein.

selama bertahun-tahun peperangan irak dan amerika, senjata pemusnah massal yang mereka tuduhkan pun tidak juga ditemukan. Ironis, sungguh ironis, mengingat penyebar hoax itu adalah warganagera irak sendiri. Chalabi menghancurkan negaranya dengan kebohongan yang dibuatnya

HOAX, kabar bohong yang menyesatkan
Apakah ini yang dimaksud fitnah akhir zaman?
wallahu A’lamu

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *